Bila Anda ingin bergabung dengan {MC} Marbot Community, silahkan kirimkan Email Anda ke Marboot@Gmail.Com. Anda dapat mengisi {MC} Blog ini dengan pemikiran-pemikiran Anda, Curhatan/Puisi Anda, Artikel [kalo bisa yang berhubungan dengan Agama], dll sesuai selera/keinginan Anda selama itu tidak merugikan pihak lain atau melanggar Norma-Norma Agama, Hukum, dan Adat Istiadat yang berlaku di Dunia Maya ini :) salam {MC}

Friday, November 14, 2008

Memakmurkan Masjid

Masjid merupakan Baitullah, di dalamnya Ia disembah dan senantiasa disebut nama-Nya. Masjid merupakan menara petunjuk dan bendera Islam. Allah memuliakan serta mengagungkan orang yang mengikatkan dirinya dengan masjid.

Allah berfirman.

"Artinya : Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah" [Al-Jin : 18]

Masjid-masjid itu dibangun agar manusia mengerjakan shalat dan berdzikir kepada Allah, membaca Al-Qur'an dan taqarrub kepada-Nya, merendah di hadapan-Nya dan mengharapkan pahala di sisi-Nya.

Sesungguhnya memakmurkan masjid adalah bagian terbesar untuk taqarub kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Di antara bagian dari memakmurkan masjid adalah membangun, membersihkan, membentangkan permadani, meneranginya dan masih banyak lagi bagian-bagian dari pemerliharaan masjid. Adapula memakmurkan masjid dengan i'tikaf di dalamnya, shalat dan senantiasa mendatanginya dengan berjama'ah, mengajarkan ilmu-ilmu yang bermanfaat, membaca Al-Qur'an, belajar dan mengajarkannya. As-Sunnah telah menjelaskan keutamaan dan balasan yang besar dalam memakmurkan, membangun dan memelihara masjid.

Diriwayatkan dalam shahih Muslim, Utsman Radhiyallahu 'anhu telah mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Barangsiapa telah membangun masjid karena Allah Subhanahu wa Ta'ala (Bukair berkata : Saya menyangka beliau berkata dengan mengharap wajah Allah), maka Allah akan membangunkannya rumah di Jannah" [Shahih Muslim 1/378 no. 533 urutan 24 kitab al-Masajid bab 4]

Maksudnya karena ikhlas dengan mengharap wajah Allah Subhanahu wa Ta'ala semata serta mengharap keridhaan-Nya, tidak riya, sum'ah dan tidak pula karena mencari pujian manusia serta bukan karena satu tujuan atau tujuan-tujuan yang lain.

Seperti telah dijelaskan tentang keutamaan memakmurkan masjid, dijelaskan pula tentang keutamaan menyiapkan masjid untuk shalat dan pujian bagi orang yang melaksanakannya. Dalam shahih Muslim, Abu Hurairah berkata : Sesungguhnya ada seorang wanita berkulit hitam yang berkhidmat pada masjid (dalam riwayat lain ; seorang pemuda). Suatu ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak melihatnya, maka beliau bertanya tentang dia, para shahabat menjawab, Ia telah meninggal. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Apakah tidak ada kemampuan bagimu untuk memberitahukan kepadaku (tentang kematiannya, ada yang menjawab, sepertinya mereka menganggap kecil masalah itu. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Tunjukkan padaku kuburannya, maka ditunjukkanlah beliau pada kuburan tersebut, beliau mendo'akannya kemudian bersabda:"Artinya : Sesungguhnya ahli kubur ini dipenuhi kegelapan dan Allah meneranginya dengan shalatku terhadap mereka" [Shahih Muslim 2/658 no 956 urutan 71 Kitab al-Janaiz bab ash-shalat 'ala al-Kubur]

Telah ada beberapa nash sharih lagi shahih yang menjelaskan keutamaan mendatangi masjid untuk menunaikan shalat, dzikir dan qira'ah Qur'an. Orang yang menziarahi masjid itu berada dalam penjagaan Allah dan mendapatkan rahmat-Nya selagi ia duduk didalamnya, menjaga adab-adabnya dan selalu menghubungkan hatinya dengan Allah.

Sesungguhnya shalat seseorang di dalam masjid dilebihkan dari shalat yang dilakukan di rumah atau di pasar dengan 25 derajat atau 27 derajat. Beberapa nash telah menjelaskan bahwa orang yang mendatangi masjid dalam gelap, maka Allah akan meneranginya dengan sempurna pada hari kiamat, seperti orang yang pergi ke masjid di pagi hari atau di malam hari, Allah akan menyediakan baginya rumah di jannah. Ini merupakan fadhilah yang besar, takkan ada orang yang melampui batas atau meremehkannya kecuali orang yang lalai atau pemalas, maka haram baginya mendapatkan kebaikan saudaranya semuslim.

Lihat beberapa hadits yang telah menjelaskan apa yang telah saya katakana ini, supaya menjadi ilmu, bashirah dan petunjuk, dengan itu pula supaya kalian melaksanakan rukun ini sebagai ilham dari syi'ar-syi'ar Islam di masjid bersama jama'ah lain untuk mendapatkan ridha dan balasan dari Allah di dunia dan di akhirat.

Dari Abu Hurairah, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Shalat seseorang (di masjid dengan berjama'ah) itu dilebihkan dengan 25 derajat dari shalat yang dikerjakan di rumah dan di pasar, sesungguhnya salah seorang di antara kalian jika berwudlu kemudian menyempurnakannya lalu mendatangi masjid, tak ada keinginan yang lain kecuali untuk shalat, maka tidaklah ia melangkah dengan satu langkah pun kecuali Allah mengangkatnya satu derajat, dan terhapus darinya satu kesalahan hingga ia masuk masjid ..." [Muttafaqun 'alaih, Lu'lu wal Marjan, yang disepakati oleh Bukhari dan Muslim 1/131 no. 387]

Orang yang menziarahi masjid berada dalam perlindungan dan rahmat dari Allah selagi tetap dalam duduk dan menjaga adab-adabnya dengan menghadapkan hati kepada Allah semata.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Maukah aku tunjukkan kepadamu sesuatu yang menyebabkan Allah
menghapuskan kesalahan-kesalahan dan mengangkat derajat ..? para shahabat menjawab ; Ya wahai Rasulullah, beliau bersabda, "Menyempurnakan wudlu meski dalam keadaan susah dan banyak-banyak mendatangi masjid, menunggu shalat setelah shalat.... itulah ribat, itulah ribat, itulah ribat" [Shahih Muslim 1/219 no 251 urutan 41 bab 14 kitab At-Thaharah]

Allah berfirman.

"Artinya : Bertasbihlah kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang, laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (Mereka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberi balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas" [An-Nur : 36-38]

Banyak sekali ayat dan hadits-hadits dalam bab ini, maka bagi orang yang berkhidmat di masjid dan bertanggung jawab atas masjid baik atas nama pribadi, jama'ah, yayasan atau yang lain haruslah menghidupkan masjid dengan membangun, membersihkan, menghamparkan permadani, penerangan dan kesinambungan pemenuhan air serta lainnya yang termasuk di dalamnya demi kemudahan dan kelancaran hamba Allah untuk melaksanakan amal-amal yang besar di dalam masjid.


[Disalin dari kitab Shalat Al-Jama'ah Hukmuha Wa Ahkamuha Wat Tanbih 'Ala Ma Yaqa'u Fiiha Min Bid'ain Wa Akhthain edisi Indoensia Shalat Berjama'ah, Panduan Hukum, Adab, Hikmah. hal 61-65, Pustaka Arafah]

Selanjutnya..........

BLoG MaRbOt



Selanjutnya..........

Thursday, June 26, 2008

Lemah Iman dan Kiat Mengatasinya

Tanda - Tanda Lemah Iman

  1. Terus menerus melakukan dosa dan tidak merasa bersalah;
  2. Berhati keras dan tidak berminat untuk membaca Al-Qur'an;
  3. Berlambat-lambat dalam melakukan kebaikan, seperti terlambat untuk melakukan shalat;
  4. Meninggalkan sunnah;
  5. Memiliki suasana hati yang goyah, seperti bosan dalam kebaikan dan sering gelisah;
  6. Tidak merasakan apapun ketika mendengarkan ayat Al-Qur'an dibacakan, seperti ketika Allah mengingatkan tentang hukumanNya dan janji-janjiNya tentang kabar baik;
  7. Kesulitan dalam berdzikir dan mengingat Allah;
  8. Tidak merasa risau ketika keadaan berjalan bertentangan dengan syari'ah;
  9. Menginginkan jabatan dan kekayaan;
  10. Kikir dan bakhil, tidak mau membagi rezeki yang dikaruniakan oleh Allah;
  11. Memerintahkan orang lain untuk berbuat kebaikan, sementara dirinya sendiri tidak melakukannya;
  12. Merasa senang ketika urusan orang lain tidak berjalan semestinya;
  13. Hanya memperhatikan yang halal dan yang haram, dan tidak menghindari yang makruh;
  14. Mengolok-olok orang yang berbuat kebaikan kecil, seperti membersihkan masjid;
  15. Tidak mau memperhatikan kondisi kaum muslimin;
  16. Tidak merasa bertanggung jawab untuk melakukan sesuatu demi kemajuan Islam;
  17. Tidak mampu menerima musibah yang menimpanya, seperti menangis dan meratap-ratap di kuburan;
  18. Suka membantah, hanya untuk berbantah-bantahan, tanpa memiliki bukti;
  19. Merasa asyik dan sangat tertarik dengan dunia, kehidupn duniawi, seperti merasa resah hanya ketika kehilangan sesuatu materi kebendaan;
  20. Merasa asyik (ujub) dan terobsesi pada diri sendiri;

Hal-hal berikut dapat meningkatkan keimanan kita:
  1. Tilawah Al-Qur'an dan mentadabburi maknanya, hening dan dengan suara yang lembut tidak tinggi, maka Insya Allah hati kita akan lembut. Untuk mendapatkan keuntungan yang optimal, yakinkan bahwa Allah sedang berbicara dengan kita;
  2. Menyadari keagungan Allah. Segala sesuatu berada dalam kekuasaannya. Banyak hal di sekitar kita yang kita lihat, yang menunjukkan keagunganNya kepada kita. Segala sesuatu terjadi sesuai dengan kehendakNya. Allah maha menjaga dan memperhatikan segala sesuatu, bahkan seekor semut hitam yang bersembunyi di balik batu hitam dalam kepekatan malam sekalipun;
  3. Berusaha menambah pengetahuan, setidaknya hal-hal dasar yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti cara berwudlu dengan benar;
  4. Mengetahui arti dari nama-nama dan sifat-sifat Allah, orang-orang yang bertakwa adalah mereka yang berilmu;
  5. Menghadiri majelis-majelis dzikir yang mengingat Allah. Malaikat mengelilingi majels-majelis seperti itu;
  6. Selalu menambah perbuatan baik. Sebuah perbuatan baik akan mengantarkan kepada perbuatan baik lainnya. Allah akan memudahkan jalan bagi seseorang yang bershadaqah dan juga memudahkan jalan bagi orang-orang yang berbuat kebaikan. Amal-amal kebaikan harus dilakukan secara kontinyu;
  7. Merasa takut kepada akhir hayat yang buruk. Mengingat kematian akan mengingatkan kita dari terlena terhadap kesenangan dunia.
  8. Mengingat fase-fase kehidupan akhirat, fase ketika kita diletakkan dalam kubut, fase ketika kita diadili, fase ketika kita dihadapkan pada dua kemungkinan, akan berakhir di surga, atau neraka;
  9. Berdo'a, menyadari bahwa kita membutuhkan Allah. Merasa kecil di hadapan Allah;
  10. Cinta kita kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala harus kita tunjukkan dalam aksi. Kita harus berharap semoga Allah berkenan menerima shalat-shalat kita, dan senantiasa merasa takut akan melakukan kesalahan. Malam hari sebelum tidur, seyogyanya kita bermuhasabah, memperhitungkan perbuatan kita sepanjang hari itu;
  11. Menyadari akibat dari berbuat dosa dan pelanggaran. Iman seseorang akan bertambah dengan melakukan kebaikan, dan menurun dengan melakukan perbuatan buruk;
  12. Semua yang terjadi adalah karena Allah menghendaki hal itu terjadi. Ketika musibah menimpa kita, itupun dari Allah.



{MC} Marbot Community

↑ Grab this Headline Animator

Selanjutnya..........

Friday, June 13, 2008

Dahsyatnya Iming-Iming

NIKMATI PRODUKNYA
RAIH HADIAHNYA

mau
HAJI PLUS
atau
BMW
JANGAN KETINGGALAN
SEGERA KUNJUNGI MINIMARKET TERDEKAT


Apa jadinya jika pengumuman ini dipasang di koran, majalah atau ditempel ditempat-tempat umum? Pastilah minimarket dan supermarket yang memasarkan produk itu dibanjiri pembeli.

Ya, kita sering menjumpai iming-iming seperti itudi berbagai supermarket, sehingga banyak ornag yang membeli meskipuntidak memerlukannya. Mereka tidak sadar, dengan cara itu mereka telah tergelincir ke dalam dosa besar yaitu: JUDI.

Berikut ini contoh dari iming-iming yang membuat banyak orang tergiur:
"Tahun 2005 seorang Selebriti di Jakarta mengumumkan lewat TV mencari pembantu rumah tangga dan menjanjikan gaji Rp 10 juta /bulan. Maka belasan ribu peminat mendaftarkan diri, sebagiannya bahkan dari kota-kota jauh seperti Medan, Makasar, Denpasar, dll."
Sekarang mari kita lihat reaksi sebagian umat islam jika membaca iming-iming dari Nabi SAW:
"Barang siapa sholat 'Isya berjama'ah [di Masjid] maka seolah-olah ia sholat separuh malam dan barang siapa sholat Shubuh berjama'ah [di Masjid] maka seolah-olah ia sholat sepanjang malam." HR Muslim.
Bagaimana reaksi mayoritas umat ini?

Apa mereka pada ke Masjid seperti orang-orang yang tertarik iming-iming gaji Rp 10 juta /bulan berbondong-bondong ke Jakarta? Ternyata tidak, menyikapi iming-iming Allah SWT mereka sudah punya kiat tersendiri. Ketika Adzan Shubuh berkumandang disikapi dengan 3T:
  1. Tarik Selimut;
  2. Tutup Telinga;
  3. Tidur Terus.
Ini bahkn banyak dilakukan oleh orang-orang yang bertetangga dengan Masjid. Seandainyalah mereka tahu betapa besar nilai Sholat Subuh dan Isya Berjama'ah niscaya mereka datang ke Masjid meskipun dengan merangkak.

Selanjutnya..........

Tuesday, June 10, 2008

Ahmadiyah

Adduuuuhhhhhh ......... bbeeeuuuuuuuuu ........ Pemerintah Indonesia telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama terkait dengan keberadaan Jamaah Ahmadiyah. Inti pokok dari SKB 3 Mentri tentang Ahmadiyah adalah memerintahkan kepada penganut Ahmadiyah untuk menghentikan kegiatannya yang bertentangan dengan Islam. Selengkapnya disini...

Selanjutnya..........

Ucapkan Salam


Free chat widget @ ShoutMix